Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Mari Bersua 01,

''Penggemar''      Disadari atau tidak, masing-masing dari kita adalah seorang penggemar. Aku mungkin penggemarmu. Dan kamu mungkin penggemar orang lain. Orang lain itu mungkin juga penggemarmu. Menyisakan aku, sebagai penggemar penuh pilu dibalik pagar malu.  Perempuan dibalik pagar malu itu adalah aku. Yang merindukan senyummu. Pagar adalah pagar. Suatu batas yang menjadi batasan masing-masing.  Aku tau. Batasan itu . . . aku tau. Maka dari itu aku memilih menjadi penggemarmu dibalik pagar malu.  Duduklah ! Minum teh hangat bersamaku. Teh ini terlalu manis untuk dilewatkan. Ditambah hujan gerims. Kali ini aku tak ingin meringis atau menangis. Aku ingin melihat senyummu yang manis. Akan ku ceritakan sedikit tentang rasa seorang penggemar. Aku penggemarmu. Duduklah, dan dengarkan. Aku penggemarmu yang gila ! Siang tanpamu adalah hampa. Sore tanpamu adalah sendu. Malam tanpamu adalah pilu. Pagi tanpamu adalah risau. Berawal dari tatap, aku merasa mantap. Ya,...